Rabu, 14 Mei 2008

KA-KR

KA-KR GBKP adalah wadah beribadah dan pengembangan iman para anak dan remaja GBKP. Karena itu pelayanan kebaktian anak dan remaja GBKP adalah tugas gereja yang harus menjadi perhatian gereja disemua wilayah pelayanannya (Moderamen, Klasis, Majelis Jemaat dan Sektor). Wadah KA/KR bertujuan agar anak dan remaja dapat dibimbing untuk datang kepada Tuhan, agar mereka mengenal Tuhan dan pada suatu ketika secara mandiri mereka akan mengikrarkan pengakuan imannya (angkat sidi). Dengan demikian anak-anak dan remaja GBKP-lah yang diharapkan menjadi generasi penerus gereja dan masyarakat yang berkualitas dan bertanggungjawab. Untuk itu dukungan gereja di semua tingkatan serta dukungan orangtua dan pemberdayaan Pelayan KA/KR harus menjadi perhatian. Wadah KA/KR juga adalah tempat pengembangan kreativitas iman anak dan remaja.

Masalah yang dihadapi

  1. Anak
    Kehidupan anak yang sangat berbeda latar belakangnya serta dipengaruhi oleh kemajuan zaman menyulitkan pelayanan bagi mereka. Sehingga sering sekali pelayanan yang diberikan
    bagi mereka kurang menarik dan terasa membosankan.
  2. Guru
    Kualitas guru KA/KR perlu ditingkatkan oleh karena ketika menjadi guru belum memiliki bekal yang baik. Bahkan di beberapa tempat pelayanan seseorang menjadi Guru KA/KR karena situasi yang memaksa. Tidak ada lagi guru yang mengajar sehingga siapa yang mau, dialah yang menjadi Guru KA/KR. Mereka tidak pernah mengikuti kursus, tidak ada sermon, sehingga pedoman Guru KA/KR saja yang dibacakan ketika mengajar. Akibatnya tentu kualitas pengajaran sangat rendah.
  3. Pengurus
    Untuk mencari Pengurus yang setia dalam periode kepengurusannya sangatlah sulit. Ada Klasis-Klasis yang sampai 3 (tiga) kali untuk “menambal sulam” kepengurusannya dalam satu periode kepengurusannya. Penyebabnya ada yang berumah tangga, mendapat pekerjaan, sekolah dan lain-lain. Tentu saja pergantian pengurus berpengaruh besar terhadap kinerja kepengurusan.
  4. Perhatian Runggun Gereja dan Orangtua
    Alasan perubahan nama sekolah minggu menjadi Kebaktian Anak dan Remaja adalah supaya perhatian Runggun Gereja/Majelis Jemaat terhadap anak dan remaja sama dengan orangtua. Ternyata walaupun sudah berubah nama, perhatian terhadap anak dan remaja sangatlah kurang dalam pengadaan guru, dana, pengadaan gedung dan lain-lain. Sehingga dalam kenyataannya pengurus dan Guru KA/KR-lah yang bertanggungjawab dalam pengelolaan KA/KR. Demikian juga perhatian orangtua terhadap KA/KR sangat kurang. Para orangtua belum merasakan betapa pentingnya pelayanan terhadap anak dan remaja.
  5. Dana, sarana dan prasarana
    Dipengaruhi oleh kurangnya dukungan dari Runggun Gereja/Majelis Jemaat dan orangtua maka dana yang dibutuhkan dalam pengadaan sarana dan prasarana pelayanan terhadap anak dan remaja sangatlah kurang. Dengan pendapatan yang kecil dan dukungan yang kurang maka peningkatan pelayanan sulit untuk dilakukan.
    Dengan kondisi/masalah KA-KR seperti diatas maka dibuatlah program-program KA-KR:

Pembinaan Organisasi

  1. Memberdayakan semua pengurus tentang tugas dan pelayanannya melalui orientasi pelayanan (untuk wilayah runggun/majelis jemaat dan klasis) serta kursus kepemimpinan Pengurus secara sinodal oleh KA/KR Moderamen.
  2. Memberikan usulan/masukan pada BP Klasis untuk membuat program rapat koordinasi antar persekutuan kategorial dengan BP Klasis.
  3. Bekerjasama dengan persektuan kategorial diwilayah pelayanannya untuk melayani KA/KR GBKP

Pembinaan Pelayan

  1. Pelayan KA/KR memiliki spiritualitas yang baik. Melayani di KA/KR bukan dianggap pekerjaan sampingan, tetapi pelayanan di KA/KR dipahami sebagai tanggungjawab orang yang sudah diselamatkan. Karena itu pelayanan KA/KR adalah sebagai pekerjaan yang mulia.
  2. Memampukan pelayan-pelayan mengorganisasikan pelayanan di KA/KR. Dalam hal ini pelayan diharapkan memiliki pemahaman alkitabiah yang mendalam dan mempunyai jiwa yang kritis terhadap lingkungan sekitarnya. Hal ini tampak dalam tujuan pelayanan yang bersifat operasional.
  3. Mempunyai kemampuan merencakan pengembangan KA/KR.
  4. Memampukan pelayan untuk menciptakan suasana kekeluargaan/persaudaraan yang penuh kasih antara pelayan dengan pelayan, pelayan dengan anak KA/KR dan pelayan dengan orangtua.
  5. Memampukan pelayan untuk menciptakan kerjasama yang harmonis dengan runggun/majelis jemaat serta PKPW setempat.
  6. Meningkatkan kemampuan pelayan sebagai penginjil dan pemuridan.
  7. Meningkatkan kemampuan pelayan untuk mengembalakan anak-anak KA/KR.
  8. Meningkatkan kemampuan pelayanan untuk melayani dan memotivasi anak-anak KA/KR untuk terlibat dalam diakonia gereja.
  9. Mempunyai dedikasi yang patut diteladani ditengah-tengah masyarakat.
  10. Tetap mendayagunakan pelayan yang sudah menikah dan yang bekerja serta mengupayakan warga gereja yang sudah menikah dan bekerja untuk menjadi pelayan KA/KR.

Pembinaan Anak

Tujuan dari pembinaan anak adalah agar anak dapat dibimbing untuk datang kepada Tuhan serta mengenal Tuhan dan pada suatu ketika secara mandiri mereka akan mengikrarkan pengakuan imannya (angkat sidi) serta mampu menyaksikannya kepada orang lain (sesamanya). Dalam menjalankan pembinaaan tersebut banyak fasilitas yang dibutuhkan. Oleh karena itu usaha-usaha gereja hendaknya lebih menekankan kepada pendidikan iman untuk membimbing anak kearah kebutuhan phisik (rasa aman), kebutuhan iman (dikasihi dan mengasihi) dan kebutuhan lainnya.

Pembinaan Keluarga

  1. Keluarga mempunyai perhatian, tanggungjawab dan inisiatif guna kemajuan KA/KR.
  2. Sebagai Keluarga Allah, Para Keluarga Kristen tidak boleh meninggalkan perhatiannya terhadap kemajuan KA/KR GBKP. Karena keluarga adalah basis Pendidikan Agama Kristen (PAK), maka para orangtua sebenarnya berfungsi sebagai pengajar dan guru ditengah-tengah keluarga.

Peningkatan Sarana dan Prasarana

Sehubungan dengan peningkatan kinerja Pengurus KA/KR GBKP disemua wilayah pelayanannya, diharapkan para pengurus dapat memberikan usul dan masukan kepada Moderamen GBKP, Klasis dan Runggun/Majelis Jemaat untuk memberikan perhatian yang lebih bagi pelayanan anak dan remaja. Mereka dapat memberikan dana yang cukup untuk meningkatkan sarana dan prasarana dalam kebaktian anak dan remaja

Tidak ada komentar: